22 Feb

Semangat dari Timur

Pos Indonesia menghimbau seluruh unit kerja Pos Indonesia di berbagai penjuru Indonesia untuk mengerjakan tantangan guna memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang akan menguji kepedulian unit kerja Pos Indonesia terhadap keberhiasan lingkungan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KP Nabire yang terletak di pulau Papua pun menyuarakan semangatnya dalam menjalani tantangan. Saking semangatnya, alih-alih hanya mengejersakan satu tantanga, KP Nabire mengerjakan kelima tantangan yang diberikan.

Tantangan yang mereka kerjakan terlebih dahulu adalah tantangan “Berbagi Senyum & Cerita Pagi” serta tantangan “Silaturahmi & Membuka Hati”.  Mereka melakukannya terlebih dahulu Karena ingin mengucapkan terimakasih terhadap para petugas kebersihan Kota Nabire yang selama ini mereka jaga dan Karena mereka juga yang merawat kebersihan Kota Nabire. Hal tersebut menyadarkan rasa tanggung jawab sebagai warga Kota Nabire untuk menjaga kebersihan Kota ini dari sampah.

KP Nabire mengumpulkan foto petugas- petugas kebersihan yang sedang bekerja membersihkan jalanan di pagi hari. Tentu foto diambil dengan meminta izin terlebih dahulu, tidak asal jeprat jepret saja. Selain itu, KP Nabire juga mengundang beberapa petugas kebersihan untuk datang dan berbagi cerita di KP Nabire.

“Aksi bersih Tanda Peduli” menjadi tantangan berikutnya yang diselesaikan KP Nabire. Mereka memilih mengerjakannya sore hari agar tidak dikejar waktu. Pukul 15.00 KP Nabire mulai membersihkan lingkungan dalam kantor terlebih dahulu sebelum membersihkan lingkungan luar. Aksi bersih-bersih ini ditutup dengan minum-minum bersama dari buah kelapa yang diambil dari pohon kelapa di halaman depan kantor disertai dengan canda tawa seluruh karyawan.

Tanpa mengendorkan semangat tantangan “Memilah & Mendulang Arti” dikerjakan oleh KP Nabire esok harinya. Kegiatan ini didukung oleh seluruh karyawan KP Nabire dengan cara mengumpulkan botol bekas air soda atau mineral untuk di daur ulang menjadi kerajinan tangan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggerakan dan mengajak warga Kota Nabire untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang berguna dan dapat digunakan untuk jangka waktu lama.

Kreativitas masyarakat Nabire dalam mengolah barang bekas menjadi barang kerajinan sangatlah luar biasa. Kerajinan yang berhasil dibuat oleh KP Nabire berupa vas bunga dan tempat pensil dari botol bekas. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kekompakan kita dan mengurangi rasa jenuh dari rutinitas kerja kita. Harapanya dengan memanfaatkan barang bekas yang ada menjadi barang berguna dan berkualitas dapat memberikan dampak yang baik bagi Kota Nabire terutama masalah sampah.

Tantangan terakhir yang tak lain adalah Menciptakan Inovasi Kegiatan Kebersihan Lingkungan juga dirampungkan oleh KP Nabire. Kegiatan ini berupa sosialisasi ke area sekolah. Sekolah yang didatangi adalah SMK N 1 Nabire. Sosialiasai ini ditujukan untuk memberitahu kepada siswa sebagai pengetahuan awal tentang bahaya akan sampah dan cara mencegahnya. Harapannya siswa dapat mengerti pentingnya peduli akan sampah. Murid-murid sangat antusias dalam acara ini karena saat sesi tanya jawab mereka dapat menjawab dengan baik dan mendapatkan hadiah bingkisan dari Kantor Pos Nabire karena telah berhasil menjawab dengan benar. Acara kali ini juga ajang kami untuk promosi produk pos.

Melihat meluapnya semangat KP Nabire untuk lebih peduli dengan lingkungan, harusnya ini menjadi motivasi kuat bagi regional-regional lain untuk lebih semangat lagi menyambut puncak acara pada hari Minggu, tanggal 26 Februari 2017.

21 Feb

Hari Peduli Sampah Nasional 2017

Selamat Hari Peduli Sampah Nasional untuk seluruh penduduk Indonesia!

Tepat pada hari Selasa, 21 Februari 2017 ini, genap 12 tahun sudah Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Seperti yang kita ketahui, peringatan ini ditujukan kepada peristiwa longsornya sampah di Leuwigajah yang terjadi di tanggal yang sama tahun 2005 silam. Tragedi ini memakan korban yang tak sedikit, sehingga pantas saja jika nusantara mengenangnya hingga sekarang. Lantas, apakah rakyat Indonesia sudah benar-benar “peduli” tentang sampah di sekitar mereka?

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sampah adalah salah satu bagian yang selalu ada dalam setiap aktivitas manusia. Satu benda yang diolah pasti memiliki bagian yang tidak dapat dipakai, dan akhirnya menjadi sampah. Sayangnya, sampah yang dihasilkan oleh manusia berbanding terbalik dengan tingkat kepedulian mereka. Dikutip dari situs National Geographic Indonesia tentang sebuah penelitian oleh www.sciencemag .org Februari 2015, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Sedangkan peringkat ketiga diduduki oleh Filipina, disusul Vietnam dan Sri Lanka. Hal ini juga dipicu oleh volume sampah yang tinggi di negara kita, dimana satu orang Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahunnya (riset Greeneration). Padahal, kantong plastik adalah sampah yang tak terurai, dan bisa mengancam kelangsungan ekosistem di bumi.

Fakta bahwa saat ini Indonesia berada di titik darurat sampah seharusnya dapat menyalakan lagi api kepedulian masyarakat terhadap sampah yang padam sejak dulu. Untuk itu, sebagai bagian dari sejarah Indonesia, seluruh keluarga besar Pos Indonesia harus menjadi penggerak publik dalam menanamkan rasa cinta terhadap kebersihan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh Pos Indonesia adalah rangkaian acara Pos Bergerak 2017 yang akan berisi workshop bermanfaat dan aksi kebersihan sebagai acara puncak pada 26 Februari mendatang.

Untuk masyarakat, ayo berkontribusi untuk Indonesia yang lebih bersih dan bebas sampah!

21 Feb

Kalau Bukan Kita Yang Menjaga, Siapa Lagi?

Waktu yang diberikan untuk mengerjakan tantangan Pos Indonesia Bergerak memang tidak banyak, namun KP Denpasar 80000 memaksimalkannya sehingga berhasil menjalankan ke 5 tantangan yang ada. Bahkan di tantangan ke 5, mereka mampu mengerjakan 2 aktivitas yang berbeda, yaitu membersihkan Pantai Kuta bersama siswa SMK Saraswati Denpasar serta mengedukasi siswa SD tentang bebas sampah.

Aktivitas pertama dipilih karena Pantai Kuta, yang merupakan salah satu tujuan utama wisata dunia, tercoreng namanya dengan banyaknya kiriman sampah di musim angin barat yang berhembus dari akhir tahun sampai awal tahun. Setiap harinya sebanyak 150 ton sampah dibersihkan di Pantai Kuta. Alasan tersebut yang membuat insan pos KP Denpasar tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kebersihan lingkungan di Pantai Kuta. Mereka tidak bekerja sendiri, mereka mengajak SMK Saraswati di Kota Denpasar untuk bersama-sama membersihkan sampah di Pantai Kuta. Kegiatan ini pun menjadi salah satu bentuk edukasi sejak dini yang diterapkan bagi pelajar agar peduli terhadap lingkungan.

Tantangan saat membersihkan Pantai Kuta bukan hanya karena sampah yang begitu banyak menumpuk di Pantai Kuta, tetapi juga karena hujan yang turun cukup deras saat itu. Meski diguyur hujan, insan pos dan siswa SMK tetap bersemangat menjalankan tugas. Kegiatan ini diakhiri dengan cara yang sangat anak muda, yaitu dengan membuat video mannequin challenge.

Aktivitas kedua dari tantangan 5 diadakan bersama dengan Kantor Regional VIII Bali Nusra. Anak-anak tingkat sekolah dasar di Yayasan Tawakkal Kota Denpasar diberikan pemahaman cara memilah sampah menurut kategorinya yaitu sampah organik, non organik dan sampah metal. Adanya games-games seru membuat siswa senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan sehingga aktivitas tantangan ini berjalan dengan lancar.

Lewat tantangan 5, KP Denpasar ingin mengedukasi masyrakat pada umumnya, siswa-siswi pada khususnya, tentang kepedulian akan lingkungan. Mereka sebagi generasi penerus bangsa harus peduli terhadap kondisi lingkungan. Sedari dini, harus disosialisasikan cara memilah sampah yang baik dan benar, sehingga pada saatnya nanti mereka akan mengetahui dan memahaminya. Gerakan ini sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan Pulau Bali yang merupakan tujuan wisata dunia. Karena jika bukan masyarakat Bali yang peduli terhadap lingkungan hidup, siapa lagi yang akan bergerak!

20 Feb

Menjalin Persatuan Lewat Semangat

Setiap hari Sabtu, KP Sibolga 22500 memiliki kegiatan rutin membersihkan tempat kerja masing-masing sebelum bekerja. Namun kegiatan Pos Indonesia Bergerak 2017 menjadi tantangan tersendiri bagi mereka karena akan membersihkan seluruh kantor. Semua membawa alat perang kebersihan dari rumah dengan penuh semangat.

Setiap orang memiliki perannya masing-masing, mulai dari menyapu, mengepel, mengelap kaca hingga menanam bunga. Sampah yang didapat kemudian dikumpulkan dan dipisahkan antara yang organik, non organik dan yang sudah dalam bentuk rongsokan. Meski lelah, semua pekerjaan menjadi ringan karena disertai canda tawa dan hati yang ikhlas.

Dari semua sampah yang dikumpulkan, ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Sampah yang biasanya menumpuk dan membuat Kantor Pos kotor ternyata bisa dijual dan bahkan menghasilkan Rp 100.000. Penjual sampah pun cukup kerepotan karena begitu banyak sampah yang mereka jual, mulai dari potongan seal yang tidak terpakai hingga berbagai kertas yang sudah menumpuk bertahun-tahun.

Kegiatan Pos Indonesia Bergerak 2017 telah menjadi alat pemersatu insan pos KP Sibolga 22500. Antusiasme dan semangat yang ditunjukkan menjadi penjalin komunikasi yang harmonis, tanpa perlu memandang status dan jabatan. Jika bisa bekerja setiap hari dengan semangat dan antusiasme yang sama, maka visi dan misi perusahaan ini akan dapat tercapai.

20 Feb

Berbagi Semangat, Tumbuhkan Kebersamaan

Meski di tahun ini setiap UPT hanya perlu memilih satu tantangan Pos Indonesia Bergerak untuk dikerjakan, tapi KP Dumai 28800 begitu antusias hingga melaksanakan ke 5 tantangan yang ada. Selain untuk menumbuhkan kebersamaan diantara karyawan, mengikuti Pos Indonesia Bergerak juga berarti turut berpartisipasi menciptakan lingkungan yang bersih dan menyenangkan.

Dimulai dengan tantangan Berbagi Senyum dan Cerita Pagi, Kepala Kp Dumai berserta jajaran KP Dumai mengajak para petugas kebersihan sarapan pagi di halaman kantor. Acara sarapan tersebut menjadi ajang berbagi semangat antara para petugas kebersihan dan karyawan Pos Indonesia sebelum bergerak melakukan tantangan selanjutnya.

Setelah sarapan, insan pos KP Dumai 28800 membersihkan area Pelabuhan Dumai dengan didukung petugas kebersihan Kota Dumai untuk menjalankan tantangan Aksi Bersih Tanda Peduli. Para karyawan sebelumnya diminta untuk membawa alat-alat kebersihan sehingga ketika tiba di Pelabuhan Dumai, mereka langsung bergerak membabat ilalang yang cukup lebat serta menyapu sampah bekas makanan dan minuman penumpang.

Karyawan KP Dumai kemudian kembali ke kantor untuk bersilaturahmi dengan petugas kebersihan yang telah ikut serta dalam acara bersih-bersih Pelabuhan Dumai. Walaupun lelah karena telah bekerja keras, namun para petugas kebersihan tetap tersenyum sehingga menimbulkan rasa empati bagi mereka. Tantangan Silaturahmi dan Membuka Hati dibuka oleh Kepala KP Dumai dan dilaksanakan di vestibule KP Dumai dengan suasana kekeluargaan yang kental.

Dalam tantangan Memilah dan Mendulang Arti, sampah yang menumpuk di Kantor Pos Dumai dikumpulkan kemudian dipisahkan menjadi sampah yang bisa dimanfaatkan kembali, seperti kemasan air mineral dan besi bekas, serta yang tidak bisa di daur ulang. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan kemudian dijual dan hasilnya mencapai Rp 35.000.

KP Dumai juga mengerjakan tantangan inovasi dengan mengajak siswa siswi TK Islam Al-Izzah Kota Dumai datang ke Kantor Pos lewat kegiatan Wisata Pos. Selain diajak mengelilingi Kantor Pos Dumai, para siswa diajak mempraktekkan bagaimana mereka mengumpulkan sampah bekas makanan yang mereka bawa dan membuangnya pada tempat sampah yang telah disediakan. Harapannya, para siswa dapat memiliki rasa tanggung jawab dalam hal kebersihan.

Dari semua tantangan, aksi bersih yang dilakukan di area Pelabuhan Dumai, memberi kesan mendalam khususnya bagi para petugas Pelabuhan Dumai. Mereka mengucapkan apresiasi dan terima kasih karena selama ini belum pernah ada yang peduli dengan kebersihan lingkungan Pelabuhan Dumai khususnya di area parkir tersebut sehingga terlihat sangat kumuh. Aksi yang dilakukan ini semoga menjadi inspirasi setidaknya bagi instansi terkait untuk sesekali melakukan kegiatan serupa di lingkungan tersebut.

18 Feb

Bergerak Serentak Membawa Berkah

Sebagai bentuk kegiatan untuk menyambut Hari Peduli Sampah Nasional, PT. Pos Indonesia memberikan 5 tantangan yang akan menguji seluruh unit kerja Pos Indonesia untuk peduli akan lingkungan yang bersih dan dan ikut bersama berkontribusi mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020.

Kontribusi dan kepedulian unit kerja Pos Indonesia terhadap kebersihan juga akan mencerminkan perilaku positif di mata masyarakat. Bagaimana tidak? Kebersihan saja di jaga oleh unit kerja Pos Indonesia, apalagi menjaga paket agar tetap sampai tujuan walaupun ke pelosok-pelosok. Iya kan?

Nah! Jadi unit kerja Pos Indonesia yang belum mengirimkan foto kegiatan unit kerja ketika mengerjakan tantangan dihimbau untuk segera mengirimkannya. Cukup kerjakan satu dari lima pilihan tantangan lalu kirimkan foto kegitatan ketika mengerjakan tantangan disertai dengan narasi atau cerita yang menarik ke email masing-masing regional paling lambat 19 Februari 2017. PT. Pos Indonesia juga akan memberikan hadiah untuk peserta-peserta terbaik.

Berikut beberapa foto dari kegiatan Pos Indonesia Bergerak 2017 di beberapa wilayah Indonesia:

Denpasar

Majalengka

Palembang

Purwakarta

Samarinda

Ayo tantang dirimu! Mari tunjukkan pada masyarakat bahwa Pos Indonesia juga berempati pada kebersihan!

16 Feb

Jalin Kekeluargaan dan Kebersamaan Lewat Kepedulian

Di tahun kedua Pos Indonesia Bergerak, KP Bojonegoro 62100 bersama-sama menjaankan tantangan Aksi Bersih Tanda Peduli. Tidak tanggung-tanggung, 4 bagian KP Bojonegoro ikut serta, yaitu bagian Pelayanan, bagian Supporting, bagian Operasional, dan bagian Kantor Pos Cabang. Kegiatan ini pun merupakan aksi gotong royong 1 KPRK dan 19 Kantor Pos Cabang.

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan di pagi hari di seluruh bagian kantor. Semua sampah yang didapat ditumpuk untuk kemudian dibuang ke tempat sampah. Mereka mengerjakan ini bukan hanya karena ditantang atau menunjukkan banyaknya sampah yang didapat, tapi mereka ingin menunjukkan rasa kekeluargaan serta kualitas dalam berbaur dan bekerja sama dalam mengelola sampah disekitar lingkungan kerja.

Rekan-rekan KP Bojonegoro percaya bahwa lingkungan kerja yang bersih dapat menjadikan karyawan lebih nyaman dan fokus dalam bekerja, sehingga kinerja kerja dipastikan bisa meningkat. Harapannya, insan pos mampu tumbuh dan terus peduli dengan lingkungan, menjaga kebersihan dan kelestarian, yang menjadikan insan pos peduli dengan aksi bersihnya.

13 Feb

Gerakan Pungut Sampah Tanamkan Sadar Kebersihan Sejak Dini

Suasana di Cikapundung Riverspot pada Sabtu, 11 Februari 2017 lalu cukup ramai. Selain bertepatan dengan acara Cap Go Meh dan bazaar mingguan yang digelar secara rutin, keramaian ini rupanya disebabkan oleh hadirnya beberapa pasukan kebersihan cilik yang mengikuti acara Sabtu Seru, yaitu gerakan pungut sampah yang – sesuai namanya, diadakan setiap Sabtu pagi.

Dimulai pukul 9 tepat, rombongan siswa SD mulai membersihkan sampah di sepanjang jalan di sekitar Gedung Merdeka, Masjid Agung hingga ke Pendopo Walikota Bandung. Meskipun cuaca dingin sedang menyelimuti Kota Bandung, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengumpulkan beraneka sampah plastik yang mereka temukan. Selesai memungut sampah, para siswa SD ini diajak berkeliling museum KAA dan berakhir di tempat pertemuan awal untuk istirahat. Mereka juga disuguhi bermacam hiburan seperti senam bersama dan games berhadiah tumbler (botol minum) gratis.

Mungkin kita sering mendengar petuah “Jika ingin berbuat baik, mulailah dari lingkungan terdekatmu”. Tampaknya hal inilah yang diamini dua komunitas anak muda yang berperan sebagai penggagas kegiatan, yaitu Young on Top Bandung (YoT) dan Bandung Clean Action. Arinaldo, mahasiswa Universitas Telkom Bandung dan perwakilan YoT yang ditemui di lokasi menanggapi acara ini dengan positif. “Kegiatan ini sangat baik karena kita bisa langsung mengetahui efeknya. Lihat saja, lingkungan jadi lebih bersih dan enak dilihat.” Menurut remaja yang akrab disapa Edo ini, membuang sampah pada tempatnya harus dibiasakan sejak usia dini, agar terbawa sampai dewasa. Karena itu dia sangat bersyukur anak-anak SD di Bandung secara bergilir mendapat kesempatan untuk mengikuti Sabtu Seru. Sependapat dengan Edo, Ibu Lies Kusmini juga mengapresiasi kegiatan ini. “Melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mendapat edukasi, tetapi bisa langsung terjun ke lapangan untuk merasakan bagaimana indahnya kota Bandung jika bersih setiap hari. Saya kira ini adalah hal yang sangat bagus untuk murid-murid saya. Mereka juga terlihat sangat antusias karena belajar sambil bermain,” ujar guru SD Cijerah 2 tersebut.

Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari, baik Edo maupun Ibu Lies sama-sama memaknainya sebagai titik perubahan tingkat kebersihan di kota-kota besar di Indonesia. Selain kegiatan pungut sampah ini, terdapat beberapa cara mengurangi sampah yang efektif, salah satunya lewat daur ulang benda yang masih layak pakai. Apapun caranya, keduanya berharap Indonesia khususnya kota Bandung menjadi semakin bersih dan sehat. Dalam meningkatkan kepedulian mereka terhadap sampah, mereka pun mempunyai caranya sendiri. Edo yang mewakili anak muda cenderung kepada pengurangan sampah secara bertahap. Sedangkan Ibu Lies yang kebetulan adalah ketua RW di Soreang kerap menempelkan stiker di lingkungan rumahnya, gunanya untuk mengingatkan keluarga agar tidak lupa membuang sampah. Beliau juga membuat banyak bak sampah dan mengajak warga lain agar memilah sampah bersama sebelum dibuang.

Terlepas dari itu semua, kegiatan ini adalah kegiatan yang baik. Motivasi menjaga kebersihan memang harus ditanamkan sejak kecil agar menjadi sebuah keharusan dalam diri. Jika dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin kota Bandung bahkan kota-kota lainnya menjadi kota yang bebas sampah.

11 Feb

Tantangan Internal Pos Indonesia Bergerak 2017

Sebagai bagian dari kegiatan gerakan Pos Indonesia Bergerak 2017, PT. Pos Indonesia menghadirkan 5 tantangan bagi seluruh unit kerja Pos Indonesia untuk berpartisipasi aktif menumbuhkan kepedulian akan lingkungan yang bersih dan dan ikut bersama berkontribusi mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020.

Setiap unit kerja dapat memilih satu dari 5 tantangan yang ada untuk dikerjakan bersama. Hasil dari kegiatan tantangan akan menjadi cerita untuk kemudian dibagikan di website dan sosial media Pos Indonesia Bergerak lewat tagar #PosBergerak.

10 Feb

Melanjutkan Semangat Pos Indonesia Bergerak 2016

Setelah sukses menggelar acara Pos Indonesia Bergerak di tahun 2016 lalu, PT Pos Indonesia (Persero) selaku penyelenggara utama akan mengadakan kembali acara yang sama di tahun ini. Kegiatan tersebut memang dilakukan guna menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Menilik kembali acara tahun lalu, aksi ini melibatkan seluruh kantor PT Pos Indonesia di Indonesia, baik pusat, regional dan UPT. Dilansir dari harian Pikiran Rakyat, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Selain itu, kegiatan ini adalah upaya Pos Indonesia sebagai yang terdepan dalam melakukan transformasi demi lingkungan kota yang lebih baik.

Masih dari sumber yang sama, hal ini diungkapkan oleh Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setiono saat ditemui di Bandung 20 Februari 2016 lalu. Menurutnya, dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan seluruh karyawan Pos Indonesia dapat berpartisipasi secara aktif dalam menjaga kebersihan, memilah sampah, dan berbagi dengan para petugas kebersihan.

Pada Pos Bergerak 2016, Pos Indonesia memberikan empat tantangan yang bisa dipilih. Pertama adalah Aksi Bersih Tanda Peduli, yaitu mengadakan acara kerja bakti dan pilah sampah di Kantor Pos setempat. Kedua, Memilah dan Mendulang Arti yaitu mengumpulkan dan memilah sampah untuk dijual hingga mendapat pemasukan minimal 25 ribu rupiah. Selanjutnya, mengikuti aktivitas para petugas kebersihan di pagi hari dalam Berbagi Senyum dan Cerita Pagi. Terakhir adalah Silaturahmi Membuka Hati yaitu mengundang petugas kebersihan datang ke kantor untuk berbagi pengalaman mereka selama bekerja sebagai petugas kebersihan.

Gilarsi mengatakan, acara ini adalah inisiatif Pos Indonesia sebagai bentuk kegiatan sosial yang berdampak positif, tidak hanya untuk internal saja, tetapi dapat dirasakan juga oleh masyarakat luas. Sebagai dukungan untuk gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, di acara puncak pada 21 Februari 2016 seluruh bagian dari Pos Indonesia turun ke jalanan untuk membersihkan lingkungan setempat. Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Pos Indonesia yang berpusat di Bandung juga menanam 2.500 tanaman ‘ki hujan emas’ di area Alun-alun Bandung. Untuk tahun ini, Pos Indonesia juga akan melakukan hal yang sama pada 26 Febaruari mendatang. Semoga keluarga besar Pos Indonesia dapat terus menjaga semangat kebersihan dan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sumber: Pikiran Rakyat, 20 Februari 2016