17 Feb

Berkontribusi Bersama KP Temanggung 56200

20160212_071338

Saat kegiatan Pos Indonesia Bergerak pertama kali diumumkan, teman-teman KP Temanggung 56200 sangat antusias untuk mengikutinya. Tidak tanggung-tanggung, 4 tantangan langsung dilakukan oleh mereka. Mulai dari membersihkan kantor pos, memilah sampah, bersilaturahmi dengan para petugas kebersihan hingga beraktivitas bersama para petugas kebersihan sejak 04.30 WIB.

Banyak pengalaman menarik yang didapat oleh teman-teman KP Temanggung 56200. Beberapa orang ternyata mengaku kesulitan saat harus memisahkan label yang di seal dalam mengerjakan tantangan “Memilah dan Mendulang Arti”. Teman-teman juga menjadi mengerti beratnya menjadi petugas kebersihan yang bekerja 3 kali sehari tanpa rasa malu demi menafkahi keluarga.

Semoga teman-teman KP Temanggung 56200 semakin bersemangat untuk terus memberikan yang terbaik untuk PT. Pos Indonesia dan negeri ini.

16 Feb

KP Pematangsiantar 21100 Bergerak Untuk Kepedulian

Pematangsiantar

Teman-teman KP Pematangsiantar 21100 sudah bergerak untuk melaksanakan tantangan “Aksi Bersih Tanda Peduli”. Tantangan ini dipilih karena mengandung makna rasa kebersamaan saat datang bersama di pagi hari. Bekerja bersama dalam melaksanakan kegiatan kebersihan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tanpa ada rasa malu-malu dalam mengumpulkan sampah yang berserakan.

Ada pengalaman menarik yang didapat KP Pematangsiantar 21100 saat melaksanakan tantangan. Seluruh pejalan kaki yang sedang melintas di depan jalan kantor dan melihat aksi ini terseyum dan mengancungkan jempol sambil mengucapkan “Hidup PT. Pos Indonesia ”. Tanpa disadari, seluruh peserta kegiatan bersama-sama membalas perkataan tersebut dengan kata “Pasti Juara!”.

Semoga semangat untuk bergerak dan berkontribusi bisa terus dibawa oleh teman-teman KP Pematangsiantar 21100.

16 Feb

Berempati dan Berbakti Bagi Negeri

kotak

PT. Pos Indonesia adalah representasi Indonesia karena memiliki kurang lebih 4.500 kantor pos di seluruh Indonesia. Berawal sebagai Courier Service untuk mengirimkan surat, telegram dan kartu pos, PT. Pos Indonesia kini bergerak menuju relevansi terbaru di usianya yang hampir menginjak 270 tahun. Kini, fokusnya tidak hanya mail-oriented tapi menjadi logistic-oriented sebagai upaya untuk bertransformasi menjadi “raksasa logistik dari Timur” dan menuju sebuah visi baru.

Setelah tertidur lama, PT. Pos Indonesia mulai dibangunkan lewat cara aktif mengikuti acara-acara nasional. Salah satunya adalah Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Tahun ini, PT. Pos Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional lewat kegiatan Pos Indonesia Bergerak bersama dengan 30.000 lebih keluarga besar PT. Pos Indonesia. Kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi Pos Indonesia untuk negeri yang dimulai dari rasa empati terhadap para petugas kebersihan yang bekerja keras menjaga lingkungan. Dengan berempati, memposisikan diri di sepatu orang lain dan mengajari diri sendiri sulitnya menjadi petugas kebersihan, akan menjadi sebuah pelajaran bagi keluarga besar PT. Pos Indonesia.

“Saya mengajak karyawan PT. Pos Indonesia untuk menjadi suri tauladan bagi Indonesia. Mari berangkat dari lagu Bagimu Negeri. Spiritnya sama, bagaimana kita bisa menjadi anak bangsa yang baik dan berkontribusi. Untuk kontribusi yang baik, kita perlu berempati.” – Gilarsi W. Setijono (Dirut PT. Pos Indonesia)

15 Feb

Jadikan Indonesia Bebas Sampah di 2020!

poster3

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari Universitas Georgia pada bulan Juni 2015 lalu menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan. Selain itu, dari data yang diambil di tahun 2010, penduduk Indonesia yang tinggal dipesisir pantai memproduksi sekitar 3.22 milyar ton sampah plastik, atau sekitar 10% dari total sampah dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia sedang menghadapi kondisi “Darurat Sampah”. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2014 mencanangkan Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020. Yang dimaksud dengan bebas sampah adalah bukan tidak ada sampah yang dihasilkan oleh masyarakat atau industri, tetapi sampah yang dihasilkan harus mampu diolah dan dikelola sehingga semakin sedikit sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah.

Gerakan ini merupakan komitmen lebih dari 30 Bupati dan Walikota, dunia usaha dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang peduli sampah melalui pelaksanaan 3R (reduce, reuse dan recycle). Menurut Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah B3 dan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saat ini baru 7% sampah yang dimanfaatkan dan pada tahun 2020 ditargetkan bisa mencapai 20%. Untuk mendukung gerakan tersebut, kini sudah banyak bermunculan Bank Sampah di sekitar perumahan serta dimulainya program diet kantong plastik per tanggal 21 Februari 2016.

Tahun ini, PT. Pos Indonesia memulai kegiatan internal Pos Indonesia Bergerak yang berfokus pada kesadaran karyawan PT. Pos Indonesia terhadap sampah. Dalam kegiatan Pos Bergerak, karyawan PT. Pos Indonesia akan ditantang untuk lebih peduli dengan sampah lewat berbagai cara, seperti memilah dan mendaur ulang sampah kantor, berbagi dengan para petugas kebersihan di sekitar kantor pos hingga puncaknya di Hari Peduli Sampah Nasional seluruh karyawan PT. Pos Indonesia akan turun ke jalan untuk membersihkan lingkungan.

15 Feb

Setia pada Gerobak Tua

Ujang

Pak Ujang setiap hari bercengkrama dengan plastik, botol, kardus, dan sampah lainya. Ia tidak berhenti bekerja walaupun terik matahari menyapa dan dinginnya hujan menerpa. Beliau selalu bekerja ditemani gerobak tua yang ia miliki sejak pertama kali bekerja sebagai petugas sampah. Pak Ujang saat ini berusia 45 tahun dan sudah 15 tahun beliau menjalani pekerjaan ini.

Beliau memulai harinya dengan membersihkan sekitar komplek di daerah Cijagra hingga Pasirluyu. Tak ada rasa malu ataupun jijik saat beliau harus mengangkut sampah yang menumpuk, baik sampah kering atau basah. Pak Ujang menjalani pekerjaannya dengan tekun dan memastikan tidak ada sampah yang terlewat untuk diangkut hingga matahari terbenam. Untuk pekerjaan mulianya tersebut, setiap bulannya Pak Ujang mendapatkan upah Rp 500.000/bulan dari RT setempat. Dan itu kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari sampah yang dikumpulkan, Pak Ujang kemudian memilah sampah rongsokan yang bisa beliau jual. Hasil dari menjual rongsokan yang menjadi tambahan biaya untuk bertahan hidup. Meski saat ini belum berkeluarga, Pak Ujang tetap tersenyum dan tidak merasa sendiri karena ia masih punya gerobak tua yang setia menemaninya.

14 Feb

Bergerak di Seluruh Indonesia

Di minggu pertama #PosIndonesiaBergerak, karyawan PT. Pos Indonesia mulai bergerak untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan. Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, semua bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih. Berikut beberapa foto dari kegiatan #PosIndonesiaBergerak di beberapa wilayah Indonesia:

Binjai

Binjai – Sumatera Utara

Indramayu

Indramayu – Jawa Barat

Makassar 3

Makassar – Sulawesi Selatan

Biak

Biak – Papua

14 Feb

Mari Memilah Sampah

pilah

Tidak jarang kita melihat sepasang tempat sampah berbeda warna di pinggir jalan. Adanya tempat sampah tersebut mengajarkan masyarakat untuk mulai memilah sampah. Pilah sampah merupakan gerakan sederhana dan positif yang dapat dilakukan berbagai usia maupun kalangan dan dapat dilakukan dimana saja. Mulai dari rumah tangga hingga suatu gerakan masyarakat. Tapi apakah masyarakat sadar tentang jenis-jenis sampah yang dipilah? Karena tak jarang berbagai sampah masuk ke dalam tempat sampah, tanpa melihat apakah jenisnya sesuai dengan tempat sampah tersebut.

Secara umum, sampah dapat dipilah sesuai dengan sifatnya yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai. Kedua jenis sampah tersebut dapat dikelompokkan lagi menjadi lebih spesifik lagi. Sampah organik dibagi menjadi 2 kelompok, sampah organik yang bisa di daur ulang seperti kertas dan kardus, serta sampah organik yang tidak bisa di daur ulang seperti sisa makanan dan sayuran. Sampah anorganik juga dibagi menjadi 2 kelompok, sampah anorganik yang bisa di daur ulang seperti logam dan botol, serta sampah anorganik yang tidak bisa di daur ulang seperti baterai bekas.

Selain pemilahan sampah yang umum, sampah dapat dipilah lagi berdasarkan sumbernya. Contohnya adalah sampah alam, sampah konsumsi, sampah nuklir (limbah radioaktif), sampah industri dan sampah pertambangan. Sampah juga bisa dipilah berdasarkan bentuknya, yaitu sampah padat dan sampah cair. Pemilahan sampah yang baik dan benar akan membuat petugas kebersihan lebih mudah untuk menangani sampah-sampah yang menumpuk. Salah satu penanganan sampah yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai jual.

13 Feb

Maman Rohman, Tak Henti Bekerja dari Pagi hingga Tengah Malam

Maman

Maman Rohman, 49 tahun, sudah menjalani pekerjaan sebagai petugas pengangkut sampah sejak usia 38 tahun. Bapak 4 orang anak ini memulai pekerjaannya dari pukul 4 pagi dan selesai pada pukul 11 malam, dengan upah sebesar Rp 1.800.000/bulan. Gaji tersebut masih lebih rendah dari Upah Minimal Regional Bandung yaitu Rp 2.350.000/bulan.

Setiap harinya, Maman mendorong bak sampah yang terisi penuh ke tempat truk sampah yang sudah disiapkan di setiap daerah. Kadang beliau merasa sangat jengkel ketika truk sampah pusat sudah tidak muat lagi untuk menampung sampah yang ada di dalam bak sampah yang dibawanya. Beliau harus menunggu truk sampah dari Cipatat dan Padalarang kembali untuk mengambil sampah yang beliau bawa, sehingga jam kerjanya menjadi lebih panjang. Tak jarang warga mengeluh padanya karena keterlambatan pengangkutan sampah membuat sampah di rumah warga menumpuk. Akibatnya, warga enggan untuk membayar uang iuran sampah ke pemerintah daerah.

Meski memiliki pekerjaan yang sedikit dimengerti orang, Maman tetap tekun menjalani tugas mulianya tersebut. Beliau berkata, “Kalau bukan karena ada panggilan hati atas kesadaran tanggung jawab untuk membuat bersih daerah ini, mungkin saya sudah cari pekerjaan lain . Dan dari pekerjaan ini selain saya memiliki pahala dari menafkahi keluarga lewat gaji, saya pun mengharap pahala dari memindahkan sampah yang ada. Saya berharap warga Bandung jangan buang sampah sembarangan lagi. Saya capek-capek mindahin dan bersihin, tapi banyak yang seenaknya buang sampah ke jalan dengan wajah tanpa dosa.”

13 Feb

Waspada Diare dan Demam Berdarah pada Lingkungan Kotor

WASPADA LINGKUNGAN KOTOR

Banyak sekali orang yang masih tidak sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang sering kali membuang sampah di sungai, di selokan atau di jalan. Tumpukan sampah menjadi tidak asing di mata kita. Tidak kita sadari bahwa banyak penyakit yang disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan lingkungan, seperti diare, demam berdarah, dan cacingan. Penyakit seperti diare mungkin sering disepelekan, tapi apakah anda tahu jika diare merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak?

Timbunan sampah dan genangan air akan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri atau kuman-kuman penyebab penyakit. Lalat yang menghinggapi sampah kemudian menyentuh makanan atau minuman sehingga menyebabkan orang yang mengonsumsinya akan menderita diare. Selain itu, adanya genangan air menjadi tempat yang tepat untuk perkembangan jentik nyamuk, salah satunya adalah nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk betina awalnya akan menghisap darah manusia yang telah terinfeksi virus dengue lalu ia akan menghisap darah manusia lain yang secara bersamaan mengeluarkan air liurnya yang telah mengandung virus dengue. Hal itu akan menyebabkan seseorang menderita demam berdarah dengue.

Penyakit-penyakit ini dapat dicegah dengan mulai menjaga kebersihan lingkungan. Dari hal kecil seperti membuang bungkus makanan pada tempatnya, melakukan kerja bakti di lingkungan rumah, hingga memilah sampah organik dan anorganik. Selain meringankan kerja petugas, hal ini dapat mengurangi jumlah sampah yang menumpuk. Untuk itu, marilah kita mulai menjaga kesehatan lingkungan bersama dengan turut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan kita.