08 Apr

3 Langkah Penting Agar Perusahaan Bisa Move On

Menjadi market leader tentu merupakan impian untuk semua perusahaan. Apalagi di antara banyak pesaing, perusahaan harus bisa menunjukkan bahwa merekalah yang terbaik. Berinovasi adalah salah satu cara untuk menuju perubahan yang lebih baik. Mereka yang mampu berinovasi akan mampu mengalahkan para pesaingnya.

Berinovasi memang sangat beresiko, perusahaan akan membuat suatu gebrakan yang mungkin sebelumnya belum pernah diujicoba. Perusahaan bertaruh akan satu ide besar, satu ide gagasan yang belum tentu membuat mereka sukses.

Sayangnya, melihat resiko-resiko di atas beberapa perusahaan bahkan sekelas Kodak menolak untuk berinovasi. Setidaknya hal inilah yang membuat Kodak menjadi bangkrut. Ya! Kodak tutup usaha pada tahun 2012 bukan karena masalah finansial atau teknologi melainkan karena terlambat beradaptasi dan berinovasi.

Awalnya, Kodak adalah perusahaan yang dipenuhi dengan para innovator, mereka adalah orang-orang kreatif yang senang mengeksplorasi ide-ide gila, ide-ide baru yang mampu membawa perusahaan menjadi pemimpin pasar.

Lantas, mengapa Kodak yang awalnya sukses dengan inovasi kemudian bangkrut karena tidak berinovasi? Apa yang bisa dipelajari dari kegagalan Kodak? Mari simak paparan berikut:

Jangan pernah berhenti berinovasi

Sukses dengan sebuah inovasi mungkin akan membawa perusahaan ke posisi puncak. Tapi ingat, dalam kompetisi, pasti ada pesaing. Pesaing yang merasa kalah tentu juga akan berbuat sesuatu agar tidak tertinggal. Inilah yang terjadi pada Kodak, ketika mereka telah berada di atas angina mereka tidak lagi melakukan inovasi. Alhasil, ketika para pesaing beralih menuju kamera digital, Kodak masih bertahan di kamera berfilm. Mereka tidak mencoba mengejar dan berinovasi, menjadikan produk mereka kamera digital pada saat itu

Jangan pernah puas dengan pencapaian yang ada

Kodak merasa puas dengan apa yang mereka capai saat itu. Kepuasan inilah yang juga menjadi penghambat mereka untuk berinovasi. Setelah berada di atas, mereka menganggap tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Buat apa lagi berinovasi bila sudah berada di puncak? Mungkin itu pikir mereka saat itu.

Jangan pernah menutup telinga

Sebelumnya telah disebutkan bahwa Kodak awalnya dipenuhi dengan para innovator. Rupa-rupanya setelah berinovasi dan merajai pasar, suara para innovator yang bekerja untuk Kodak tidak lagi didengar.

Masukan, saran, kritik dan ide yang diungkapkan para innovator tidak ditanggapi. Kembali lagi, Kodak telah merasa puas dengan prestasi mereka, jadi untuk apa menampung ide baru. Nah! Sebaiknya dari dengarkan ide yang berasal dari siapapun. Beri alasan dan diskusikan lebih lanjut mengapa ide tersebut tidak disetujui. Jangan menolak ide mentah-mentah.