16 Apr

Berpikiran Terbuka Untuk Ciptakan Generasi Inovatif

Dewasa ini, diskusi mungkin menjadi salah satu hal yang kerap dilakukan oleh masyarakat, baik di lingkungan intelek seperti mengadakan sebuah forum atau hanya sekedar berbincang santai di sebuah rumah makan. Diskusi sendiri – menurut Gregg Fraley, seorang pakar Inovasi dan Kreasi dan pembicara profesional, adalah sebuah kegiatan dimana orang-orang saling bertukar pikiran tentang suatu masalah, menggunakan sedikit ide dan imajinasi.

Utamanya di kalangan para pengusaha dan penemu, diskusi menjadi sesuatu yang lumrah dilakukan untuk mengasah otak mereka dengan bertukar ide-ide baru yang berguna untuk kemajuan usaha mereka. Berdiskusi, atau beberapa menyebutnya dengan istilah Innovative Talking, memang berperan dalam melahirkan berbagai inovasi yang bisa kita rasakan manfaatnya saat ini.

Namun alih-alih sering melakukan kegiatan ini, mungkin sebagian orang belum memahami apa kunci memulai sebuah pembicaraan agar mengalir menjadi sebuah diskusi yang baik dan terarah. Hal ini penting, karena sebuah proses bertukar wawasan bisa saja menjadi sebuah perdebatan jika para pembicara tidak memahami apa yang mereka lakukan.

Ternyata kuncinya tak perlu bertindak macam-macam, semuanya cukup dimulai dari pikiran yang terbuka. Tetapi apakah kita sudah benar-benar berpikiran terbuka dan menerima pendapat orang lain demi berjalannya diskusi yang menyenangkan? Apakah kita sudah terbukti dapat berdiskusi yang melahirkan inovasi-inovasi baru? Nah, mungkin lima tips dari Fraley berikut ini dapat membantu pikiran kita untuk lebih terbuka:

1. Saat lawan bicara Anda memberi ide “gila” atau di luar ekspektasi kalian, jangan menganggap ide tersebut adalah candaan. Lebih baik jika Anda mencari sisi baik dan cara kerja ide tersebut, daripada menertawakannya.

2. Kurangi daftar hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan dalam hidup ini, karena kesempatan bisa datang darimana saja.

3. Libatkan imajinasi dalam diskusi Anda. Cobalah bertanya sesuatu yang Anda bayangkan untuk memancing respon lawan bicara, dan”menggiring” mereka ke dalam dunia ide-ide inovatif yang belum terpikir sebelumnya.

4. Setiap Anda ingin membantah seseorang dengan kata “ya, tetapi…” berpikirlah sejenak dan ucapkan “ya, dan…”. Alih-alih memotong perkataan orang lain, cobalah untuk membangun percakapan agar tercipta diskusi dua arah yang baik.

5. Cobalah untuk melihat masalah dari sudut pandang berbeda, karena tidak semua yang kita anggap baik didukung oleh orang lain, begitupun sebaliknya.

Melihat kelima kiat berdiskusi di atas, bisa ditarik kesimpulan jika diskusi yang baik adalah diskusi dua arah yang terbuka, imajinatif, dan tidak menolak gagasan apapun yang muncul dalam pikiran kita. Jika hal-hal tersebut diterapkan dalam beraneka lingkungan, baik dalam ruang lingkup pekerjaan maupun tidak, bukan tidak mungkin jika kita berpotensi menjadi masyarakat yang kreatif dan inovatif. So, open your mind and be the idea maker!