19 Apr

Cara Ampuh Agar Karyawan Berani Ambil Resiko


Kopi atau teh? Panas atau pakai es? Lengan panjang atau pendek? Warna merah atau putih?
Ya! Hidup selalu dipenuhi oleh pilihan. Beberapa pilihan bahkan juga disertai dengan resiko. Pertanyaannya, mana yang akan dipilih? Yang aman, atau yang beresiko?

Dalam sebuah bisnis ada yang namanya manajemen resiko, bagaimana mengambil keputusan baiknya juga memperhatikan dan mempelajari resiko-resiko yang ada. Sebuah perusahaan bisa saja mempertahankan bisnisnya dengan selalu menapaki jalur yang aman.

Hasilnya? Mereka tentu akan sulit untuk tumbuh dan berkembang. Untuk terus maju perusahaan perlu berinovasi. Sayangnya, berinovasi selalu diikuti oleh resiko. Pepatah “high risk, high return” pasti kerap didengar.

Pepatah di atas bukanlah sebuah mitos. Perusahaan yang berani mengambil resiko ketika melakukan inovasi, akan mempengaruhi kinerja para karyawannya untuk lebih disiplin dan teliti. Namun, bukan hal yang mudah untuk meyakinkan para karyawan untuk melakukan hal yang mustahil. Ingat! Berinovasi berarti menciptakan suatu gebrakan baru, ide-ide di luar kepala yang mungkin saja bertentangan dengan apa yang selama ini sudah dilakukan oleh perusahaan.

Lalu bagaimana cara untuk meyakinkan para karyawan untuk bisa terus bekerja, mengerjakan sesuatu yang memiliki kemungkinan untuk gagal? Mari simak tiga tips untuk mengajak karyawan untuk sama-sama mengambil resiko dalam berinovasi.

1. Jelajahi wilayah yang belum terjamah
Hargai setiap pendapat dan ide-ide kreatif yang muncul dari karyawan, bila perlu beri mereka hadiah. Kadang kala ide gila bisa muncul demi suatu pencapaian. Jangan batasi kreatifitas mereka.

Ide yang mereka tawarkan mungkin akan menuntun perusahaan menuju wilayah yang sebelumnya mungkin belum pernah digarap. Tanggapi ide tersebut dengan seksama, pelajari berbagai resiko yang muncul dari ide-ide tersebut. Tak perlu buru-buru, buat dan rancang strategi yang matang tentang wilayah baru tersebut dengan sabar.

2. Dukung segala bentuk ide yang muncul
Seperti yang sudah disinggung pada poin di atas, memberi menghargai setiap ide dan memberikan dorongan serta bantuan untuk ide-ide tersebut adalah hal penting. Hal ini akan mendorong kepercayaan diri karyawan untuk bisa merumuskan ide-ide yang lebih matang.

Setiap ide perlu dikaji. Mengkaji atau melakukan riset untuk sebuah ide juga tentu akan memakan budget tersendiri. Perusahaan harus mempersiapkan dan mengkalkulasikan berapa besar uang yang akan hilang untuk mendukung ide-ide baru. Buat patokan yang jelas, jangan sampai dana yang dikeluarkan lebih besar dari yang seharusnya.

3. Bangun kebersamaan
Mengajak karyawan bersama-sama untuk menjalankan ide-ide yang memiliki resiko juga bisa memperkuat ikatan bersama mereka. Tidak ada yang salah dengan sama-sama mempelajari kembali apa saja yang telah dilakukan perusahaan, termasuk mempelajari berbagai kegagalan yang terjadi di masa lalu.

Karena hanya dengan begitu, perusahaan bisa maju tanpa mengulang kesalahan yang sama. Kebersamaan akan membuat karyawan merasa ide yang mereka kembangkan pantas untuk dikaji dan dikembangkan. Terkadang karyawan juga akan membutuhkan keberanian untuk memaparkan ide baru yang cukup gila. Team bonding yang kuat akan mempermudah melewati hal ini.