26 Feb

Bekerjasama Bersihkan Lingkungan

Hari Minggu, 26 Februari 2017 menjadi acara puncak Pos Indonesia Bergerak, karyawan PT. Pos Indonesia mulai bergerak untuk membersihkan lingkungan sebagai bentuk kegiatan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari lalu. Ya! Kegiatan ini berlaku untuk semua unit kerja Pos Indonesia di manapun itu, termasuk Kantor Pos yang berada di Regional 10.

Semua bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Unit-unit Pos Indonesia pun bergerak serentak di beberapa wilayah di Sulawesi seperti KP Manuju, KP Bulukumba, KP Makassar, KP Ternate dan juga KP Watampone. Mulai dari jalan besar, taman kota hingga pantai tidak terlewat untuk dibersihkan. Karena fasilitas umum telah bersih, masyarakatpun bisa menikmatinya dengan nyaman.

26 Feb

Berlabuh Menjaring Sampah

Walaupun secara geografis Papua adalah pulau paling timur di Indonesia, namun hal tersebut bukanlah faktor yang mengendorkan kepedulian unit kerja Pos Indonesia di Papua untuk menjaga dan membersihkan lingkungan.

Buktinya dari pukul 04.00 WIB (06.00 WIT), kantor-kantor cabang Pos Indonesia di Regional 11 sudah mulai menyebar untuk ikut serta dalam acara puncak Pos Indonesia Bergerak 2017 untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berbentuk bersih-bersih lingkungan sekitar Kantor Pos. KP Biak memilih Taman Mandouw, yang merupakan taman kota di Biak, sebagai lokasi bersih-bersih. KP Merauke tidak mau ketinggalan mengecat taman kota sembari membersihkan taman. Menjaga kebersihan juga tidak cukup hanya di daerah kota saja. Pantai Nabire sebagai pantai andalan kota Nabire dibersihkan dari sampah-sampah yang berserakan oleh KP Nabire. KP Jayapura semangat menjelajah Teluk Humboldt menggunakan speedboat untuk menjaring sampah yang ada. Tentu membersihkan sampah di perairan tidak semudah di daratan!

Mari beri apreasiasi untuk kegigihan unit kerja Pos Indonesia di Papua dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka.

25 Feb

“Orange is Green”, Bentuk Semangat dari Kendari

Di tahun 2017, KP Kendari 93000 memiliki mott o“Orange Is Green” untuk mendukung Hari Peduli Sampah Nasional serta mensukseskan kegiatan Pos Indonesia Bergerak 2017. Semangat dari motto tersebut ditunjukkan dengan menyelesaikan semua tantangan. Hal ini dilandasi akan pentingnya menciptakan kesadaran akan lingkungan bersih serta membangun citra perusahaan di mata masyarakat Kendari.

Read More

24 Feb

Memberi Arti Bagi Sampah yang Menumpuk

Banyaknya sampah non organik yang tidak tersentuh didalam lingkungan Kantor Pos menjadi alasan dipilihnya tantangan “Memilah dan Mendulang Arti” oleh KPRK Pangkalpinang. Selama ini, para karyawan dinilai belum memiliki inisiatif serta kreativitas untuk memilah dan membuat sampah tersebut menjadi lebih bermanfaat. Aktivitas 3R seperti pemanfaatan kertas bekas print yang tidak terpakai untuk dipakai kembali sebagai dukungan program cost reduction perusahaan masih terbilang belum efektif.

Read More

23 Feb

Kebersihan Itu Tanggung Jawab Bersama!

Menjaga kebersihan mungkin gampang-gampang susah. Ketika masyarakat tidak peduli dengan lingkungan sekitar, sampah pun berserakan di mana-mana. Di situlah peran Dinas Kebersihan. Mereka yang mengirimkan petugas-petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan kota dari sampah-sampah yang disebabkan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

Melihat kegigihan para petugas kota Salatiga, KP Salatiga pun memutuskan untuk mengundang dua petugas dari Dinas Kebersihan Kota Salatiga. Undangan tersebut sekaligus menjawab salah satu tantangan Pos Bergerak 2017 yaitu “Silaturahmi dan Membuka Hati” yang diikuti oleh seluruh karyawan.

Acara ini dibuka oleh Bapak Samsu selaku Kepala Kantor Pos Salatiga dilanjutkan dengan memberikan bingkisan kepada dua petugas Kebersihan. Pegawai-pegawai Kantor Pos Salatiga melakukan tanya jawab dengan Petugas Kebersihan tentang pekerjaan mereka setiap harinya. Setelah Acara Ramah tamah dan silaturahmi di Kantor Pos Salatiga selesai kegiatan selanjutnya adalah Pegawai Kantor Pos Salatiga membantu Petugas Kebersihan untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Ada empat hal penting yang dapat dipetik oleh KP Salatiga dengan mengundang petugas kebersihan untuk bersilaturahmi:

  1. Menjadi lebih peduli dan menghargai tentang perlunya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.
  2. Tanggung jawab terhadap kebersihan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan.
  3. Petugas Kebersihan merupakan salah satu profesi yang mulia karena turut serta menjaga keberlangsungan kebersihan lingkungan sekitar yang berdampak kepada kesehatan semua warga kota Salatiga.
  4. Pada saat KP Salatiga membantu Petugas Kebersihan dalam melakukan pekerjaannya, mereka bisa merasakan betapa berat dan mulianya tugas ini, oleh karena itu hargailah lingkungan dan segala bentuk profesi yang ada di sekitar tempat tinggal kita.
22 Feb

Semangat Sebarkan Rasa Cinta Kebersihan

Berada di kota kecil rupanya tak menghalangi antusias para pegawai KP Madiun untuk menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Sebagai bagian dari keluarga besar Pos Indonesia, KP Madiun turut memberi sumbangsih dalam Aksi Pos Bergerak 2017 yang merupakan acara tahunan dari Pos Indonesia. Dari lima tantangan yang diberikan, tampak semangat KP Madiun yang sangat besar karena mereka sanggup menyelesaikan seluruh tantangan yang ada.

Untuk tahun ini, KP Madiun mengawalinya dengan tantangan pertama yaitu Aksi Bersih Tanda Peduli, dimana seluruh pegawai bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 18 Februari lalu dan berlokasi di Jl. Pahlawan no. 25 Madiun, yang tak lain merupakan gedung penyimpanan arsip dan barang inventaris tak terpakai dari KP Madiun. Mengingat para pegawai KP Madiun sudah rutin melaksanakan 3R (Ringkas, Rapi, Resik) di lingkungan kantor, oleh sebab itulah mereka mengadakan aksi bersih di gedung ini.

Seperti aksi kebersihan pada umumnya, seluruh pegawai KP Madiun membersihkan seluruh bagian gedung seperti memilah arsip dan barang tak terpakai, menyapu halaman, dan mencabut rumput-rumput liar. Dimulai pukul 06.00, KP Madiun membagi seluruh pegawai menjadi 4 tim kerja yang bertugas di daerah berbeda. Tim tersebut adalah Tim A yang membersihkan bagian dalam gedung, Tim B membersihkan halaman sayap kiri, Tim C untuk halaman sayap kanan, dan Tim D untuk halaman depan. Semua perencanaan KP Madiun sangat terorganisir, sehingga aksi bersih-bersih gedung yang cukup luas tersebut hanya memakan waktu selama 2 jam saja. Meskipun udara saat itu terasa lembab dan tanah sedikit berlumpur karena musim hujan, namun seluruh pegawai bekerja dengan gembira, kekompakan sangat terasa dari kebersamaan mereka.

Selama aksi bersih-bersih dilakukan, para pegawai KP Madiun juga tak lupa memilah sampah untuk dijual, untuk menjawab tantangan kedua yaitu “Memilah dan Mendulang Arti”. Mengingat lokasi bekerja mereka saat ini adalah gedung penyimpanan arsip jadi bisa dipastikan sampah kertas yang terkumpul sangat banyak. Setelah memilah dengan cermat, KP Madiun berhasil mendulang sampah senilai Rp. 277.100, yang kemudian akan dipakai untuk membeli sembako untuk para petugas kebersihan.

Kegiatan para pegawai KP Madiun tidak berhenti sampai disitu. KP Madiun menyadari bahwa dalam menghasilkan kondisi jalanan di kota Madiun yang terlihat bersih, selalu ada tangan-tangan petugas kebersihan yang bekerja dengan rajin. Berangkat dari hal ini KP Madiun mencoba mencari tahu sosok di balik kebersihan kota, sekaligus menjawab tantangan ketiga dan keempat yaitu “Berbagi Senyum dan Cerita Pagi” dan “Silaturahmi Membuka Hati”. Pada kesempatan berbeda, selepas subuh beberapa pegawai menemui dua wanita paruh baya yang sedang menyapu jalanan. Berbekal kereta dorong berbahan fiber, pengki dan sapu lidi, kedua wanita yang biasa dipanggil Ibu Nunuk dan Ibu Sugiarti ini terlihat terampil membersihkan jalanan. Setelah berbincang secukupnya, para pegawai akhirnya mengundang mereka datang ke KP Madiun. Akhirnya pada Kamis pukul 08.00, didampingi Bapak Suparno selaku Koordinator Lapangan Kebersihan Kota Madiun, Ibu Nunuk dan Ibu Sugiarti datang ke KP Madiun.

Tantangan terakhir yang dijalankan oleh KP Madiun adalah “Inovasi Kegiatan Kebersihan Lingkungan”. Dalam kesempatan lainnya, KP Madiun mendapat kunjungan dari 20 siswa TK Kartika dan 40 siswa TK Kuntum Mekar. Didampingi orang tua masing-masing, mereka mendapat edukasi tentang sampah dari petugas kebersihan Kota Madiun. Menariknya, kegiatan tersebut rupanya tidak hanya menarik minat anak-anak tetapi juga para orang tua yang hadir, mengingat pendamping siswa didominasi oleh ibu-ibu yang harus mengelola sampah rumah tangga.

22 Feb

Konsisten Jaga Kebersihan di Kota Industri

Menyemarakkan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini, KP Gresik menunjukkan antusias dengan menyelesaikan dua dari lima tantangan yang diberikan Pos Indonesia. Tantangan pertama yang dilakukan adalah “Aksi Bersih Tanda Peduli”. Dimulai pukul 06.00 WIB, para pegawai KP Gresik bersemangat menata ulang taman yang ada di lingkungan kantor, demi menjaga dan merawat kantor pos agar tetap asri dan indah dipandang mata. Selain menata taman, beberapa juga terlihat mencangkul tanah, membersihkan gulma, memupuki tanaman dengan kompos, dan menanam tanaman hias baru. Tak hanya itu, mereka juga memangkas ranting pohon tua dan beberapa tanaman besar yang rawan tumbang saat hujan deras, agar tidak melukai orang-orang yang lewat.

Selanjutnya, kegiatan kedua yang dilakukan KP Gresik adalah memilah sampah sesuai jenisnya, yang sekaligus menjawab tantangan kedua yaitu “Memilah dan Mendulang Arti”. Para pegawai memilah bermacam sampah di antaranya kertas, plastik, dan sampah organik. Untuk sampah kertas, KP Gresik berhasil mengumpulkan seberat 20 kilogram sampah, angka yang cukup besar untuk barang yang sudah tidak terpakai. Dengan harga per kilonya sebesar Rp. 2.500, total uang yang didapat dari menjual sampah kertas adalah Rp. 50.000. Bukan tanpa alasan, KP Gresik memenuhi tantangan ini sebagai upaya membantu mengurangi sampah dan membantu penjual barang bekas. Bagi mereka, memilah sampah bermakna kepedulian keluarga KP Gresik terhadap lingkungan. Selain itu, kreatifitas masyarakat dapat dipicu melalui olahan sampah daur ulang.

Meskipun hanya menyelesaikan dua tantangan, KP Gresik menunjukkan konsistensinya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Rupanya, aksi kebersihan ini tidak hanya dilakukan saat mengikuti lomba atau mendapat tantangan, tetapi sudah menjadi rutinitas bulanan dengan melakukan kerja bakti seluruh pegawai.

Mereka menyadari kesadaran akan sampah harus berawal dari diri sendiri, karena hal tersebut mempengaruhi kenyamanan, kesehatan dan keamanan lingkungan. Kekompakan dan keaktifan yang terlihat dari mereka tentu harus menularkan semangat kebersihan kepada daerah lainnya, dan bisa semakin konsisten dalam menjaga kebersihan.

22 Feb

Semangat dari Timur

Pos Indonesia menghimbau seluruh unit kerja Pos Indonesia di berbagai penjuru Indonesia untuk mengerjakan tantangan guna memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang akan menguji kepedulian unit kerja Pos Indonesia terhadap keberhiasan lingkungan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KP Nabire yang terletak di pulau Papua pun menyuarakan semangatnya dalam menjalani tantangan. Saking semangatnya, alih-alih hanya mengejersakan satu tantanga, KP Nabire mengerjakan kelima tantangan yang diberikan.

Tantangan yang mereka kerjakan terlebih dahulu adalah tantangan “Berbagi Senyum & Cerita Pagi” serta tantangan “Silaturahmi & Membuka Hati”.  Mereka melakukannya terlebih dahulu Karena ingin mengucapkan terimakasih terhadap para petugas kebersihan Kota Nabire yang selama ini mereka jaga dan Karena mereka juga yang merawat kebersihan Kota Nabire. Hal tersebut menyadarkan rasa tanggung jawab sebagai warga Kota Nabire untuk menjaga kebersihan Kota ini dari sampah.

KP Nabire mengumpulkan foto petugas- petugas kebersihan yang sedang bekerja membersihkan jalanan di pagi hari. Tentu foto diambil dengan meminta izin terlebih dahulu, tidak asal jeprat jepret saja. Selain itu, KP Nabire juga mengundang beberapa petugas kebersihan untuk datang dan berbagi cerita di KP Nabire.

“Aksi bersih Tanda Peduli” menjadi tantangan berikutnya yang diselesaikan KP Nabire. Mereka memilih mengerjakannya sore hari agar tidak dikejar waktu. Pukul 15.00 KP Nabire mulai membersihkan lingkungan dalam kantor terlebih dahulu sebelum membersihkan lingkungan luar. Aksi bersih-bersih ini ditutup dengan minum-minum bersama dari buah kelapa yang diambil dari pohon kelapa di halaman depan kantor disertai dengan canda tawa seluruh karyawan.

Tanpa mengendorkan semangat tantangan “Memilah & Mendulang Arti” dikerjakan oleh KP Nabire esok harinya. Kegiatan ini didukung oleh seluruh karyawan KP Nabire dengan cara mengumpulkan botol bekas air soda atau mineral untuk di daur ulang menjadi kerajinan tangan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggerakan dan mengajak warga Kota Nabire untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang berguna dan dapat digunakan untuk jangka waktu lama.

Kreativitas masyarakat Nabire dalam mengolah barang bekas menjadi barang kerajinan sangatlah luar biasa. Kerajinan yang berhasil dibuat oleh KP Nabire berupa vas bunga dan tempat pensil dari botol bekas. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kekompakan kita dan mengurangi rasa jenuh dari rutinitas kerja kita. Harapanya dengan memanfaatkan barang bekas yang ada menjadi barang berguna dan berkualitas dapat memberikan dampak yang baik bagi Kota Nabire terutama masalah sampah.

Tantangan terakhir yang tak lain adalah Menciptakan Inovasi Kegiatan Kebersihan Lingkungan juga dirampungkan oleh KP Nabire. Kegiatan ini berupa sosialisasi ke area sekolah. Sekolah yang didatangi adalah SMK N 1 Nabire. Sosialiasai ini ditujukan untuk memberitahu kepada siswa sebagai pengetahuan awal tentang bahaya akan sampah dan cara mencegahnya. Harapannya siswa dapat mengerti pentingnya peduli akan sampah. Murid-murid sangat antusias dalam acara ini karena saat sesi tanya jawab mereka dapat menjawab dengan baik dan mendapatkan hadiah bingkisan dari Kantor Pos Nabire karena telah berhasil menjawab dengan benar. Acara kali ini juga ajang kami untuk promosi produk pos.

Melihat meluapnya semangat KP Nabire untuk lebih peduli dengan lingkungan, harusnya ini menjadi motivasi kuat bagi regional-regional lain untuk lebih semangat lagi menyambut puncak acara pada hari Minggu, tanggal 26 Februari 2017.