27 Mar

Cegah Longsor Sampah Lewat 5 Cara

Sumber foto: Pikiran Rakyat

Senin tanggal 21 Februari 12 tahun yang lalu mungkin menjadi hari yang menorehkan sejarah buruk bagi warga yang tinggal di Leuwigajah, Kota. Kala itu akibat guyuran hujan selama dua hari berturut-turut, gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwigajah longsor dan menimbun perumahan penduduk.

Tragedi ini tidak hanya menggegerkaan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Peristiwa ini seakan menyadarkan bahwa pengelolaan sampah itu penting. Untuk mengenang peristiwa itu, maka setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Mungkin salah satu penyebab longsornya sampah di Leuwigajah adalah hujan lebat, akan tetapi benarkah demikian? Mari tilik kembali. Dari semua jenis sampah, sampah plastiklah yang amat berbahaya bagi lingkungan. Plastik paling sulit terurai dalam tanah, bisa bertahun-tahun.

Menimbun sampah plastik di TPAS mungkin dianggap sebagai solusi. Namun, semakin hari TPAS akan kekurangan tempat menampung semua jenis sampah yang ada. Lama-lama tragedi 21 Februari 2015 bisa terulang kembali.

Sudah saatnya masyarakat lebih peduli lagi dengan lingkungan sekitarnya. Penggunaan plastik nampaknya tak terhindarkan lagi. Namun bukan berarti tak bisa dikurangi. Yuk, simak 5 tips untuk mengurangi penggunaan sampah plastik berikut ini:

  1. Biasakan bawa botol minum sendiri
    Membawa tumbler/botol minummu sendiri bisa memangkas banyak sampah plastik. Kamu bisa lebih hemat dari segi pengeluaran. Mengurangi jajan minuman berbungkus plastik karena sudah membawa botol minum sendiri
  2. Bawa tas atau kardus ketika berbelanja
    Setiap manusia pasti punya anggaran belanja untuk mencukupi berbagai kebutuhannya. Sayangnya ketika berbelanja, plastik masih menjadi wadah utama untuk membungkus barang belanjaan kita. Kamu bisa coba sediakan tas atau kardus sendiri ketika berbelanja dan masukkan belanjaanmu ke dalamnya.
  3. Mendaur ulang sampah plastik
    Sampah atau limbah plastik dengan kecanggihan teknologi dipisahkan partikel plastiknya dan kemudian diubah menjadi biji plastik, atau botol minuman, atau berbagai produk baru lainnya. Setiap negara di dunia sampai saat ini masih berjuang dalam melakukan upaya pendaur ulangan sampah plastik.
  4. Berkreasi dengan menggunakan sampah plastik
    Dengan sedikit kreativitas sampah plastik bisa juga diolah menjadi sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni. Misalnya melipt dan menganyam sampah plastik dengan pola tertentu dan kemudian dijahit menjadi berbagai macam produk kerajinan.
  5. Bungkus paket kiriman di Kantor Pos
    Kantor-kantor pos di pusat daerah biasanya memiliki packing corner. Pojok ini menyediakan dus-dus dan alat untuk membungkus paket. Jadi tak perlu lagi membungkus paket dengan plastik. Layanan ini gratis dan lebih aman karena kita yang membungkus paketnya sendiri.

Semoga tips-tips di atas bisa membantu untuk mengurangi pemakaian sampah. Mari lebih peduli lagi dengan sampah. Tidak hanya untuk kepentingan lingkungan tempat tinggal kita saja, mengelola dan mengurangi sampah juga bisa menyelamatkan bumi.