25 Apr

Jangan Remehkan Inovasi! Ini 4 Alasan Mengapa Berinovasi itu Penting

Setiap perusahaan tentu punya strategi bisnis yang matang. Strategi-strategi tersebut dirumuskan dan dijadikan sebuah aksi dan perencaan. Jika rencana dan strategi dijalankan dengan benar, tentu perusahaan tidak akan bangkrut. Tapi ingat, tidak bangkrut bukan berarti sudah sukes.

Kesuksesan sebuah perusahaan tidak semata-mata hanya karena semua strateginya berhasil di jalankan. Perusahaan juga perlu melihat pasar dan juga pesaing. Mungkin saja dengan strategi yang sekarang mereka jalankan, mereka berhasil mendapatkan satu juta konsumen dalam waktu satu bulan. Akan tetapi jika pesaing dalam jangka waktu yang sama, apakah satu juta konsumen di atas bisa dibilang sebagai kesuksesan. Jawabannya tergantung pada visi dan misi perusahaan.

Jika perusahaan sudah berupaya sebaik apapun namun belum bisa mengungguli para pesaingnya belum tentu strategi yang digunakan salah. Bisa jadi strategi pesainglah yang memang lebih unggul. Lalu bagaimana cara mengalahkan mereka ? Atau, meskipun sudah menjadi market leader bagaimana caranya agar para pesaing tidak menyusul ?

Cara paling pasti adalah dengan berinovasi. Inovasi juga bagian dari strategi bisnis yang harus diperhitungkan. Memang, dalam mencari mana inovasi yang tepat akan memakan banyak biaya. Perusahaan juga harus siap apabila inovasi yang digunakan menemui jalan buntu, atau malah tidak diterima oleh pasar, yang artinya perusahaan musti mengalokasikan biaya tambahan lagi untuk merumuskan inovasi yang lain.

Akan tetapi jika inovasi yang dikembangkan berhasil, menjadi market leader ataupun menjaga posisi perusahaan agar tetap di atas akan menjadi kenyataan. Nah, berikut ini ada empat alasan mengapa perusahaan perlu melakukan inovasi:

  1. Menempa mental perusahaan
    Inovasi adalah suatu langkah yang sangat amat beresiko. Persentasi gagal dan berhasil akan lebih banyak mengarah ke gagal. Namun, jika perusahaan percaya akan potensi akan sebuah inovasi yang sedang mereka kembangkan dan terus memperbaiki segala bentuk proses atau aksi yang mendukung terwujudnya inovasi, perusahaan bisa menjadi market leader dan diperbincangkan banyak pihak karena inovasi gila mereka.Ya! Kuncinya adalah terus belajar dari kegagalan, memperkecil persentase gagal, dengan begitu persentase keberhasilan akan meningkat dengan sendirinya. Tidak hanya itu, karena sering menemui jalan buntu atau kondisi buruk karena inovasi tidak berhasil. Perusahaan akan memiliki mental yang cukup kuat untuk bertahan dari rintangan-rintangan buruk yang akan datang karena mereka sendiri sudah pernah mengalami keadaan yang paling buruk.
  2. Melepaskan perusahaan dari aturan-aturan kaku
    Berinovasi bisa berarti menemukan ide kreatif yang mungkin akan bertentangan dengan kebijakan, peraturan atau budaya yang sudah lama dibangun oleh perusahaan. Justru di sinilah ujian yang musti dilalui oleh perusahaan. Apakah mereka berani keluar dari zona nyaman mereka untuk berinovasi?Jika belum siap, otomatis ide kreatif tadi akan ditolak para top management. Padahal mungkin saja ide tersebut bisa meningkatkan kinerja peusahaan, yang tentu akibat selanjutnya bisa mendorong penjualan atau meningkatkan profit perusahaan.Gampangnya, untuk apa menetapkan jam masuk kantor pagi-pagi? Kalau masuk siang justru membuat karyawan lebih semangat bekerja. Bisa jadi karena harus masuk pagi para karyawan yang biasa mengulik ide malam hari harus dipaksa istirahat. Mereka kehilangan waktu untuk mengekspesikan idenya.
  3. Membentuk kerjasama tim yang lebih matang
    Ide-ide kreatif bisa muncul darimana saja, dari karyawan dengan jenjang karir manapun. Perusahaan cukup memfasilitasi apa saja yang perlu disiapkan untuk mendukung terwujudnya ide tersebut.Karena diberikan fasilitas dan wadah untuk berekspresi, biasanya karyawan akan lebih bersemangat mematangkan ide mereka untuk menemukan suatu inovasi yang tepat. Karena berinovasi sangat beresiko maka kerjasama tim sangat penting untuk meminimalisir kegagalan yang disebabkan oleh satu pihak.Kerjasama antar divisi juga perlu untuk bisa memberikan kritik dan saran yang mungkin akan sangat membantu perkembangan ide.
  4. Melatih untuk melihat dari sudut pandang yang beda
    Inovasi tidak selalu menciptakan produk baru yang berbeda. Inovasi bisa dalam bentuk banyak hal. Inovasi juga bisa muncul akibat keinginan perusahaan yang ingin memangkas harga produksi. Jika harga produksi turun, dana bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih menghasilkan.

Efisiensi adalah kunci dalam berinovasi. Akuisisi, atau merger juga merupakan contoh inovasi. Mengapa menggandeng perusahaan lain dengan visi dan misi yang berbeda justru menguntungkan ? Di situlah celahnya. Kembali lagi, inovasi bukan selalu cara menciptakan produk baru yang unik, namun bagaimana cara perusahaan melihat dan memanfaatkan celah.