06 Apr

Keberagaman, Kunci Lahirnya Inovasi

Apakah yang menjadi syarat utama untuk dapat diterima di era modern saat ini? Ya, kecepatan. Semua yang serba cepat seakan menjadi primadona di setiap celah kehidupan manusia. Waktu sebanyak 24 jam sehari terasa tidak cukup untuk membendung ide-ide manusia saat ini, termasuk dari segi bisnis yang arusnya semakin cepat dari waktu ke waktu.

Dewasa ini, pergerakan bisnis yang sigap dan tidak membuang waktu memang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bisnis itu sendiri. Akhirnya, kemampuan untuk tanggap dalam mengambil keputusan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam sebuah usaha.

Namun rupanya sifat ini cenderung menciptakan para pemikir dengan perspektif sama. Lahir dari latar belakang yang sama akan menciptakan pola pikir yang seragam, yang di satu sisi memang akan cepat membawa aksi karena mereka tidak butuh lama-lama berdebat untuk memutuskan sesuatu. Nyatanya, bagi sebagian orang keadaan ini bukanlah hal yang baik.

Mengapa?

Dilansir dari situs berita The Guardian, diversity – atau keberagaman latar belakang dan pikiran dalam sebuah perusahaan berpotensi untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Hal ini karena keberagaman memicu hadirnya kreatifitas dari segala sisi yang berguna untuk memahami situasi pasar yang sebenarnya. Berdasarkan laporan McKinsey & Co, perusahaan publik di Amerika Serikat yang memiliki keberagaman dalam anggota pimpinan mereka terbukti mendapat profit 95% lebih tinggi dibanding yang tidak.

Ambillah contoh nyata yang dekat di sekitar kita. Berkat bantuan teknologi yang semakin berkembang, rasanya start-up atau kreatif sudah menjadi usaha lumrah di tahun 2017 ini. Bisnis yang sebagian besar dikembangkan oleh orang-orang berjiwa muda ini memang mengedepankan keberagaman sebagai bagian dari perusahaan. Bidang periklanan misalnya, akan semakin baik jika semakin beragam.

Keberagaman dari segi budaya, pikiran dan pengalaman secara efektif menghubungkan orang-orang di sekitar pekerja, sehingga bukan tidak mungkin mereka mendapat ide dan inovasi dari lingkungan baru tersebut. Ibaratnya, keberagaman adalah perekat yang mempersatukan sebuah gambar yang terpotong-potong, agar kita dapat melihatnya dalam satu kesatuan.
Berkaca dari hal tersebut,
seharusnya badan usaha lain juga tetap berinovasi agar bisa bertahan di tengah arus perubahan saat ini. Ayo hadapi dunia dengan keberagaman, karena beragam itu indah!