27 Feb

Merayakan Kepedulian Lingkungan di Kota Kembang

Kemeriahan acara puncak Pos Indonesia Bergerak 2017 tidak hanya terjadi di 11 regional Pos Indonesia, tapi juga di kota Bandung yang menjadi pusat pergerakan PT Pos Indonesia (Persero). Di tanggal 26 Februari 2017, insan pos yang berasal dari Kantor Pusat dan Direktorat berkolaborasi untuk merayakan Hari Peduli Sampah Nasional.

Di hari Minggu pagi, insan pos dengan penuh semangat berkumpul di Kantor Pusat Pos Indonesia yang bertempat di Jl. Cilaki. Mereka tidak hanya berseragam kaos oranye, namun juga memakai slayer berwarna-warni yang menandakan regu mereka. Insan pos terbagi dalam 3 regu, yaitu Ingarso, Ingmadyo dan Tut Wuri, dengan rute jalan yang berbeda untuk mencapai garis finish yaitu Gedung Graha Pos Indonesia di Jl. Banda. Setiap regu kemudian dipecah lagi menjadi 3 tim yang berbeda, yaitu tim sapu, tim pungut dan tim angkut.

Sebelum bergerak, acara dimulai dengan berdoa dan sambutan dari Gilarsi W. Setijono selaku Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Beliau berpesan kepada insan pos yang terlibat untuk terus bergerak, ikut peduli, berkontribusi aktif, menghadirkan berbagai kreasi dan inovasi mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Kegiatan ini pun diikuti berbagai komunitas seperti prabu junior dari SDN Soka yang ikut memungut sampah, komunitas Recyclebank ID yang menerima sampah-sampah yang telah dikumpulkan insan pos untuk untuk ditukarkan dengan berbagai reward atau hadiah. Ada pula photobooth dari Kazuoclean bagi insan pos yang ingin mengabadikan momen setelah bekerja. Walaupun letih setelah bekerja, harus tetap ceria donk di depan kamera!

Setelah sampai di Gedung Graha Pos Indonesia, para insan pos disambut oleh Nawala Pos Indonesia Marching Band. Selain itu, adapula CSR yang diberikan Pos Indonesia berupa 100 pohon produktif yang sudah diokulasi dan pemberian tali asih kepada 25 petugas kebersihan.

Lewat kegiatan ini, diharapkan empati dan kepedulian insan pos akan kebersihan semakin meningkat. Kesadaran akan kebersihan pun terus dijaga, karena semakin tinggi kesadaran seseorang akan kebersihan mencerminkan semakin tinggi kebudayaannya.