31 Mar

Pentingnya Berkolaborasi Untuk Wujudkan Inovasi

Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial. Saling membantu dan bekerja sama adalah hal yang lumrah dilakukan oleh manusia. Justru, ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan sendirian, namun bila dikerjakan sama-sama maka hal tersebut menjadi mungkin.

“If you want to go quickly, go alone. If you want to go far, go together.”

Mungkin kamu pernah mendengar pepatah tersebut. Jika diterjemahkan kurang lebih seperti ini: Bila kamu ingin cepat, pergilah sendiri, namun bila kamu ingin menuju tempat jauh, pergilah bersama-sama.

Artinya bila ingin sesuatu yang cepat ya lakukan saja sendiri, karena tidak ada yang menghambat. Akan tetapi dengan bersama-sama, banyak hal akan bisa diraih. Kemampuan satu dengan yang lain tentu berbeda, saling memberi dukungan dan nasehat itulah kebersamaan.

Lantas apa hubungan pepatah di atas dengan inovasi?

Sebuah perusahaan sudah sewajarnya selalu berkembang agar tidak ketinggalan dengan para pesaingnya. Inovasi adalah salah satu kuncinya. Berinovasi tidak hanya tentang pemanfaatkan tenaga, ahli dan sumber daya yang dimiliki perusahaan, namun juga bisa dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain alias berkolaborasi agar bisa menggapai pasar atau konsumen yang lebih banyak lagi seperti pepatah di atas.

Ada tiga tipe kolaborasi dalam berinovasi, apa saja? Mari simak sama-sama:

Mencari perbedaan
Inti dari inovasi adalah menciptakan sesuatu yang berbeda, atau berani keluar dari zona nyaman dengan melakukan hal yang tidak biasa. Melakukan hal tersebut tidaklah mudah, mungkin saja perusahaan mengadakan rapat besar untuk menggodok strategi baru mana yang cocok.

Sayangnya, kadang ide yang muncul itu-itu saja. Hal ini dikarenakan karena efek mayoritas, satu orang berkata A, yang lain ikut-ikutan. ketika banyak suara mendukung A, maka kaum minoritas yang tidak setuju pendapatnya tidak didengar. Ini hal yang kurang tepat.

Berkolaborasi adalah dengan seksama mendengarkan semua pendapat orang lain. Terkadang hal-hal kecil sering terlewatkan atau tidak ada yang mau mendengar. Padahal mendengarkan hal yang berbeda bisa jadi membuka pintu kunci kesuksesan.

Mencari rekan baru
Untuk berkolaborasi, coba cari rekan baru yang berada di luar dari lingkaran kerjasama selama ini. Visi dan misi dari rekanan yang baru mungkin saja berbeda dengan visi misi perusahaan yang ingin berinovasi. Justru di situlah kuncinya.

Perusahaan akan dibekali dengan pengetahuan dan informasi baru dari rekan kerja yang baru ini. Manfaatkan kesempatan ini dan ajak mereka untuk meraih tujuan yang sama.

Hadapi segala rintangan
Berinovasi juga berarti mengumpulkan ide, namun bukan berarti ide-ide kolaborasi akan datang dengan lancar tanpa muncul halangan.

Lalu, siapa yang akan menghalangi perusahaan dalam mencetuskan ide-ide kolaborasi? Mereka ada orang-orang yang tidak peduli dengan ide atau gagasan baru, selalu mencari celah tentang ide yang diutarakan, dan mereka yang selalu menanyakan premis ide yang ditawarkan.

Perkara di atas adalah bagian dari ketidaksetujuan yang juga memberikan nilai. Mungkin hal tersebut sudah menjadi budaya dalam sebuah perusahaan. Permasalahan yang sesungguhnya adalah bagaimana cara mengolah debat atau argumentasi dari sebuah ide yang ditentang